Pages

Subscribe:

Selasa, 02 Oktober 2012

Kriteria Istri Shalihah




Istri shalihan yaitu wanita yang mentaati suaminya selama tidak untuk bermaksiat. Namun, jika suami-nya menyuruh berbuat maksiat, maka ia tidak mentaatinya dan tidak menurutinya, tetapi ia memperingatkannya dengan bijaksana dan nasehat yang baik.
Firman Allah: “Wanita-wanita yang shalihah adalah yang taat dan menjaga diri di kala suaminya tidak ada karena mereka telah dijaga oleh Allah.” (QS. An-Nisa: 34)


Qaanitaat yaitu wanita yang taat kepada Allah dan melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri. Yang menjaga diri saat suaminya tidak ada; yaitu wanita yang menjaga diri dan harta suaminya di saat suaminya tidak ada di rumah sebagaimana ia menjaga rahasia rumah tangga.


Adapun tipe-tipe istri shalihah, antara lain:
  1. Istri yang mendidik anak-anaknya sendiri, tidak menyerahkannya kepada pembantu, membiarkannya di jalan, atau menyerahkannya kepada orang lain. Ia mendidik anak-anaknya agar menjadi anak yang shalih, jujur, istiqamah, dan berperilaku baik. Nabi Muhamad SAW bersabda : Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan dimintai pertanggungjawabannya atas apa yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari pada bab Al-Jumu’ah no. 893)
  2. Istri yang menerima dengan lapang dada rejeki yang telah diberikan Allah kepadanya dan kepada suaminya. Allah SWT berfirman : “Dan berilah pemberian kepada mereka. Orang yang mampu menurut kemampuannya dan orang yang miskin menurut kemampuannya. Yang demikian adalah kewajiban bagi orang-orang yang berbuat kebijakan.” (QS. Al-Baqarah: 236)
Wanita tersebut adalah seorang istri yang pandai mengatur rumah tangga, hidup hemat, dan tidak menghamburkan harta.
  1. Istri yang berhias dengan akhlak mulia. Ucapan-ucapannya selalu bagus dan kata-katanya selalu indah.
  2. Istri yang mempergauli suaminya dan keluarga suaminya dengan baik, khususnya kepada ibu suaminya. Ia juga bergaul baik dengan tetangga dan pembantunya.
  3. Istri yang menghormati perasaan suaminya. Ia senantiasa menemani suaminya dalam segala suasana hati dan emosinya.
  4. Istri yang berterima kasih atas kebaikan perbuatan suaminya karena hal ini bisa melahirkan cinta.
  5. Istri yang bisa menjadikan suaminya menemaninya, berhias hanya untuk suaminya, ingin selalu bersih badan dan rumahnya, dan saling berbagi perasaan cinta dan ucapan-ucapan yang baik.
  6. Tidak pernah menolak jika suaminya menginginkannya, mempergauli suaminya dengan baik, menjaga rahasianya, membantu suaminya melaksanakan kewajiban berumah tangga, dan jika suaminya marah, dia tidak tidur hingga suaminya ridha kepadanya.
  7. Istri yang membantu suaminya untuk bekerja secara halal, memberi makan dengan makanan yang halal, memberi pakaian dengan pakaian yang halal, dan berperilaku dengan perilaku yang halal.
  8. Istri yang membantu suaminya untuk taat kepada Allah, menjaganya dari  api neraka, dan ingin melihat suaminya di surga.
  9. Istri yang tidak berhias untuk selain suaminya, tidak menampakkan perhiasan selain kepada mahram-nya, tidak memperlembut ucapan sehingga orang yang hatinya berpenyakit menginginkannya, dan selalu menjauhi yang syubhat.

Daftar Pustaka : Dr Nazhmi Khalil Abul Atha. Menuntun Cinta Menuju Surga. Dar As-Salam Kairo. Jogjakarta: 2007.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

makasih yah sudah berkomentar di Blog Anggis